Ngabuburit dan Sahur On The Road Rawan Gangguan, Polres Sragen Siaga

Ngabuburit dan Sahur On The Road Rawan Gangguan, Polres Sragen Siaga
Puluhan personel Polres Sragen bersama dalam apel siaga kamtibmas di Alun-alun Sragen, Jumat (27/2/2026) sore. (Istimewa/Polres Sragen)

Andalasinfo.com, SRAGEN — Polres Sragen bersama seluruh elemen aparat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kabupaten Sragen menggelar apel siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (27/2/2026). Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan selama Ramadan 2026.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dan Bupati Sragen Sigit Pamungkas bertindak sebagai inspektur apel. Unsur yang terlibat antara lain TNI, Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri (PN), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga 17 perguruan pencak silat di Sragen.

Unsur kegawatdaruratan juga turut hadir, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PSC 119 Sukowati, PMI, Damkar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta berbagai ormas.

Antisipasi Balap Liar hingga Sahur On The Road

Kapolres menyampaikan perubahan ritme sosial masyarakat selama Ramadan, mulai dari aktivitas sahur, berbuka puasa, hingga kegiatan malam hari, berpotensi menimbulkan kerawanan Kamtibmas.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah potensi gangguan seperti balap liar, aktivitas geng motor, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kemacetan saat ngabuburit, hingga sahur on the road.

“Petugas harus berpatroli rutin dan fokus pada jam-jam rawan, termasuk saat pelaksanaan Salat Tarawih dan menjelang sahur,” jelasnya.

Upaya deteksi dini dilakukan dengan menerjunkan tim intelijen serta Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas). Kapolres menegaskan potensi intoleransi maupun gesekan sosial harus dicegah sejak awal melalui pendekatan persuasif kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Ia juga mengingatkan agar aksi anarkisme yang terjadi di luar daerah tidak sampai merembet ke Sragen. Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah membutuhkan sinergi semua pemangku kepentingan.

“Semua aktivitas ini tidak bisa hanya dilakukan Polri. Kami membutuhkan bantuan dan sinergi seluruh stakeholder di Sragen,” tegasnya.

Waspada Petasan Berdaya Ledak Tinggi

Maraknya penjualan petasan atau mercon berdaya ledak tinggi turut menjadi perhatian. Kapolres menyebut di sejumlah daerah sudah muncul korban akibat ledakan petasan.

Beberapa waktu lalu, Polres Sragen juga mengamankan sejumlah petasan berbahan peledak tinggi. Barang bukti tersebut telah dimusnahkan dengan pendampingan Tim Gegana Brimob.

“Kami mengimbau warga tidak menjual petasan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Cukup dengan kembang api saja,” pungkasnya.

Melalui apel siaga ini, Polres Sragen berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri tetap kondusif, sehingga aktivitas ibadah dan tradisi masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan.

Leave a Reply