Harga Telur, Cabai dan Daging Ayam di Pasar Wonogiri Merangkak Naik pada Ramadan

Harga Telur, Cabai dan Daging Ayam di Pasar Wonogiri Merangkak Naik pada Ramadan
Pedagang Pasar Wonogiri, Suwarni, tengah melayani pembeli di lapak darurat Pasar Wonogiri, Kamis (26/2/2026). (Daerah/Muhammad Diky Praditia)

Andalasinfo.com, WONOGIRI — Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Wonogiri mulai merangkak naik pada awal Ramadan 2026. Meski kenaikannya tidak signifikan, kondisi tersebut tetap dikeluhkan warga karena tidak diiringi peningkatan pendapatan.

Salah satu pedagang aneka bahan pangan di lapak darurat Pasar Wonogiri, Suwarni, mengatakan mayoritas harga komoditas pangan sebenarnya relatif stabil. Namun, beberapa bahan pangan ada yang harganya mulai merangkak naik, seperti cabai, telur ayam, dan daging ayam. 

Dia mencontohkan harga cabai merah besar yang pada awal Februari masih di kisaran Rp28.000/kg kini naik menjadi Rp47.000/kg. Sementara cabai besar hijau Rp20.000 per kilogram. Cabai rawit merah yang harganya sempat menyentuh Rp100.000/kg pada awal Ramadan, saat ini turun menjadi Rp80.000/kg.

“Kalau cabai-cabaian sekarang saya cuma menyediakan 5 kilogram per jenis. Itu pun kadang tidak habis,” kata Suwarni saat ditemui Espos di los dagangnya di pasar darurat Pasar Wonogiri, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, pada pekan pertama Ramadan jumlah pengunjung pasar relatif lebih ramai dibanding hari biasa. Meski demikian, dia tidak berani menambah stok karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut diperparah dengan lokasi berjualan yang masih berada di los pasar darurat pascakebakaran pasar pada Oktober 2025 lalu. Sejumlah pelanggan lama, kata dia, belum mengetahui lokasi barunya.

Memberatkan Pembeli

Suwarni memprediksi jumlah pengunjung akan kembali normal pada pekan kedua dan ketiga Ramadan. Pasar biasanya kembali ramai pada sepekan menjelang Lebaran. Dia memastikan tidak ada kelangkaan bahan pangan karena pasokan dari distributor tetap lancar.

Pedagang lainnya di lapak darurat Pasar Wonogiri, Tukimin, juga menyampaikan jumlah pengunjung pasar meningkat selama Ramadan, tetapi tidak signifikan.

Sementara itu, berdasarkan data sektoral Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Wonogiri, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Telur ayam naik dari Rp28.000/kg menjadi Rp30.000/kg, lalu daging ayam ras naik Rp3.000 menjadi Rp40.000/kg

Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM dan Perdagangan Wonogiri, Nugroho Liestyono, mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok di pasaran Wonogiri masih terkendali. Distribusi berbagai komoditas di Pasar Wonogiri juga berjalan lancar. “Harga relatif stabil dan pasokan aman,” kata Nugroho.

Meski demikian, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tetap memberatkan sebagian warga. Salah satu pengunjung lapak darurat Pasar Wonogiri, Tumiyati, mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pangan cukup mengganggu keuangan rumah tangganya.

Apalagi bahan pangan yang dibelinya tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk diolah kembali dan dijual. “Kalau harga bahan naik, keuntungan saya otomatis berkurang. Karena tidak mungkin harga jual langsung dinaikkan,” ujar Tumiyati

Menurut dia, apabila kenaikan harga tidak terkendali, kondisi tersebut akan semakin membebani warga kecil. Terlebih, kenaikan harga saat ini tidak diikuti peningkatan pendapatan masyarakat. “Penghasilan tetap segitu-segitu saja, tapi harga [bahan pangan] pelan-pelan naik. Ya terasa berat,” katanya.

Leave a Reply