Andalasinfo.com, WONOGIRI – Kebakaran Pasar Wonogiri pada Oktober 2025 lalu tidak hanya memukul para pedagang. Pekerja kuli panggul yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas bongkar muat barang di pasar tersebut ikut terdampak dan kehilangan pekerjaan.
Salah satu kuli panggul Pasar Wonogiri, Mandra, 46, mengatakan sejak kebakaran dan relokasi pedagang ke pasar darurat, jumlah kuli panggul menyusut drastis. Berkurangnya kebutuhan tenaga angkut membuat sebagian kuli panggul kehilangan mata pencaharian dan harus mencari alternatif pekerjaan lain.
“Sebelum kebakaran ada sekitar 35 orang [kuli panggul] yang aktif. Sekarang tinggal sekitar 15 orang,” kata Mandra saat berbincang dengan Espos di pasar darurat Pasar Wonogiri, Kamis (26/2/2026).
Menurut dia, saat ini banyak rekannya tidak lagi bekerja di pasar karena minimnya kebutuhan tenaga angkut. Lokasi los pedagang di pasar darurat yang berdekatan dengan area parkir membuat pedagang maupun pembeli tak lagi membutuhkan jasa kuli panggul seperti sebelumnya.
Mandra menerangkan tidak semua kuli panggul memiliki pelanggan tetap atau bakul langganan. Sebagian besar hanya buruh lepas yang bekerja ketika diminta mengangkat barang.
“Yang kasihan itu yang tidak punya [langganan] bakul sendiri. Sekarang susah cari kerja karena banyak yang tidak butuh kuli panggul. Losnya dekat parkiran,” katanya.
Beralih Pekerjaan atau Menganggur
Sebagian kuli panggul memilih beralih menjadi buruh tani atau kuli bangunan. Bahkan, ada yang tidak bekerja sama sekali karena kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Pendapatan kuli panggul yang masih aktif pun tidak menentu. Upah mereka bergantung pada ramai atau tidaknya aktivitas pasar. Saat kondisi ramai, Mandra mengaku bisa memperoleh lebih dari Rp100.000 per hari.
Namun saat sepi, penghasilannya hanya berkisar Rp50.000 hingga Rp80.000 per hari. Mandra tergolong lebih beruntung karena memiliki pedagang tetap yang mempekerjakannya. Selain itu, ia masih kerap diminta membantu pedagang lain jika dibutuhkan.
Sementara itu, pedagang aneka bahan pangan di los pasar darurat, Suwarni, mengatakan keberadaan kuli panggul sebenarnya sangat membantu aktivitas perdagangan. Mereka biasanya mengangkut barang dari pemasok ke los pedagang atau membantu membawa belanjaan pembeli ke parkiran.
Namun, sejak relokasi ke pasar darurat, kebutuhan jasa kuli panggul berkurang karena jarak los dengan parkiran relatif dekat. “Sekarang memang tidak banyak yang pakai jasa kuli panggul karena jaraknya dekat. Tapi saya masih kadang minta bantuan kalau barangnya banyak,” ujar Suwarni.
Leave a Reply