Andalasinfo.com, SOLO — Penyalahgunaan narkotika terindikasi sudah masuk ke lingkungan SMP di Kota Solo. Pemkot Solo akan melakukan pencegahan dengan memperkuat edukasi antinarkoba kepada masyarakat khususnya generasi muda.
Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan telah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo Ventie Bernard Musak di Balai Kota Solo, Rabu (25/2/2026) siang.
“BNN melaporkan wilayah-wilayah kelurahan-kelurahan yang terindikasi penangkapan penyalahgunaan narkotika. Itu di beberapa wilayah tertentu dan sudah mulai masuk ke SMP,” kata dia kepada wartawan setelah pertemuan dengan BNN.
Dia menjelaskan ada dua SMP yang terindikasi terdapat kasus penyalahgunaan narkotika. Pemkot Solo menindaklanjuti laporan dari BNN sehingga peredaran narkotika bisa dihambat.
“Nanti kepala sekolah dan badan konseling akan kami mitigasi untuk bisa sanksi dan sosialisasinya sampai ke orang tua muridnya. Karena di SMP ini yang cukup kami khawatirkan,” papar dia.
Dia menjelaskan jenis narkotika yang dikonsumsi merupakan obat keras. Pemkot Solo terus memperkuat edukasi antinarkoba kepada masyarakat khususnya generasi muda, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindak tegas pelaku pengedar narkotika.
“Saya sudah sampaikan untuk menghentikan peredaran, harus ada penindakan, dan penangkapan dengan tegas pada pengedar oleh BNN dan kepolisian. Karena kewenangan BNN untuk penangkapan itu ada di tingkat provinsi, di tingkat kota hanya bisa pencegahan,” ujar dia.
Pengawasan Partisipatif Warga
Dia meminta BNN Provinsi bersama kepolisian agar menindak tegas pengedar narkotika di kampung-kampung. Selain itu, Respati mengimbau masyarakat untuk juga melakukan pengawasan. “Ayo mari bersama-sama orang tua juga mengingatkan dan mengawasi anaknya karena pola asuh di rumah itu menjadi prioritas utama,” papar dia.
Sementara itu, Kepala BNN Solo Ventie Bernard Musak menjelaskan ada aduan mengenai penyalahgunaan narkotika dari sekolah. Ada beberapa siswa yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.
“Kami langsung tindaklanjuti, respons, dengan mendatangi sekolah, melakukan screening awal. Nah, dalam screening itu kan kami bisa mengetahui apa yang digunakan, sejauh mana obat-obat yang digunakan, jenis-jenis apa. Kemudian kami melakukan treat dengan melakukan rehab,” jelas dia kepada wartawan melalui telepon, Rabu (25/2/2026) malam.
Dia mengatakan rehabilitasi dilakukan bersama sekolah. BNN Solo memiliki klien lebih kurang 30 siswa SMP di Solo sampai awal 2026 ini. Jenis obat-obatan yang digunakan masuk dalam daftar G, misalnya Trihex dan tembakau sintetis.
Dia juga mengaku sudah melaporkan temuan kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan siswa SMP kepada Wali Kota Solo Respati Ardi dengan menemui langsung di Balai Kota Solo, Rabu (25/2/2026) siang.
Leave a Reply