Andalasinfo.com, SOLO – Sejumlah warga Solo mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diberikan kepada siswa saat Ramadan 2026. Wali Kota Solo, Respati Ardi, merespons dengan menyurati Badan Gizi Nasional (BGN) agar MBG dievaluasi.
Pantauan Espos, Kamis (26/2/2026), belasan warga menyampaikan aduan kepada Wali Kota Solo melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) terkait menu MBG selama Ramadan sepekan terakhir. Mereka kecewa dengan menu tersebut.
Salah satunya orang tua siswa SMPN 10 Solo, Troy, menulis di laman ULAS, menu MBG yang disajikan sangat tidak sesuai dengan anggaran biaya dan tidak layak dikatakan sebagai makanan bergizi dalam beberapa hari terakhir, terutama pada Ramadan, di mana menu MBG dikemas untuk dibawa pulang oleh siswa.
“Namun secara pilihan menu makanan tidak sesuai dengan yang diberitakan, bahwa MBG yang disajikan memenuhi unsur 4 Sehat 5 Sempurna. Kami lampirkan foto MBG yang didapat anak kami. Menu pertama ubi, jeruk, abon, keripik tahu. Menu kedua ubi, pisang, kacang, telur puyuh. Menurut kami menu tersebut tidak sampai di harga 15.000. Kami tidak mengetahui pasti dari satuan SPPG mana. Mohon dapat ditindaklanjuti dan diperiksa. Terima kasih,” tulis dia.
Warga lain, Purwanti, membuat aduan mengenai menu MBG yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Bahkan menu yang didapat pada Kamis (26/2/2026) tidak layak konsumsi.
“Hari ini MBG-nya mendapatkan roti yang tidak layak makan dan pirnya juga roti yang berjamur apakah itu dikatakan makanan bergizi. Untuk sekolahan lain seperti Bintang Laut itu untuk MBG-nya berbeda sama dengan SMP Negeri 20 kenapa ya kan sama-sama dibiayai pemerintah. Mohon untuk memperbaiki MBG-nya,” papar dia.
Koordinasi dengan BGN
Terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi mengakui mendapat banyak aduan dari masyarakat karena terdapat menu MBG yang diberikan tidak sesuai dengan gizi yang didapatkan. Menu MBG yang dianggap tidak tepat namun dibagikan ke penerima manfaat. Ia menyayangkan hal tersebut dan berharap BGN bisa memperbaikinya.
“Terkait MBG di Bulan Ramadan ini, kami bersurat kepada Badan Gizi Nasional untuk memberikan masukan. Karena banyak aduan warga, ada menu-menu yang tidak tepat yang sekarang sedang diberikan kepada anak-anak kami di sekolah,” kata dia, Kamis (26/2/2026).
Respati menjelaskan Pemkot Solo akan terus berkoordinasi dengan BGN agar masalah ini bisa segera teratasi. Ia berharap BGN dapat segera menindaklanjuti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat menyalurkan MBG dengan menu yang baik.
“Kami terus sampaikan kepada Badan Gizi Nasional. Semoga segera ditindaklanjuti kepada SPPG terkait sehingga bisa memperbaiki menu MBG yang diberikan kepada anak-anak sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dwi Ariyatno, mengatakan dinasnya telah membuat kebijakan mulai dari penerimaan MBG hingga penyampaian keluhan apabila ditemukan masalah. Jika ada sekolah yang ingin komplain bisa langsung disampaikan dahulu ke SPPG masing-masing wilayahnya.
“Sehingga kalau ada hal yang perlu diperbaiki bisa disampaikan ke SPPG, dan apabila tidak ada tindak lanjut bisa lapor ke Dinas atau Satgas MBG,” ujar dia.
Leave a Reply