Andalasinfo.com, WONOGIRI — Di tengah klaim mayoritas jalan dalam kondisi baik, Kabupaten Wonogiri masih menyimpan pekerjaan rumah besar. Hingga 2025, tercatat 121 kilometer jalan kabupaten berstatus rusak berat dan membutuhkan penanganan serius.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri dalam publikasi Wonogiri Dalam Angka yang diterbitkan Jumat (27/2/2026) menunjukkan total panjang jalan di Kabupaten Wonogiri mencapai 1.789,93 kilometer. Rinciannya, 30,24 kilometer merupakan kewenangan pemerintah pusat, 176,52 kilometer kewenangan provinsi, dan 1.583,17 kilometer dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.
Dari total jalan kabupaten tersebut, mayoritas permukaannya berupa aspal sepanjang 1.307,16 kilometer. Dari sisi kelayakan, jalan berkategori baik mencapai 1.303,16 kilometer atau sekitar 82,3% dari total jalan kabupaten.
Angka itu meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 1.284 kilometer. Tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas infrastruktur jalan yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan juga terjadi pada kategori jalan rusak. Pada 2024, panjang jalan rusak tercatat 118,79 kilometer, sedangkan pada 2025 turun menjadi 43,01 kilometer.
Namun, di sisi lain, jalan dengan kondisi rusak berat justru melonjak tajam. Jika pada 2024 tercatat sepanjang 49 kilometer, pada 2025 meningkat menjadi 121 kilometer.
Kenaikan signifikan tersebut diduga akibat pergeseran kategori, yakni sebagian jalan dengan kondisi rusak pada 2024 memburuk menjadi rusak berat pada 2025. Adapun jalan berkondisi sedang relatif stabil, dari 108,72 kilometer pada 2024 menjadi 115,86 kilometer pada 2025.
Mobilitas Tinggi, Infrastruktur Jadi Kunci
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas tahun ini, meskipun kondisi fiskal daerah tertekan akibat pemangkasan transfer daerah lebih dari Rp230 miliar.
“Prinsipnya, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas kami karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Setyo saat ditemui Espos di ruang kerjanya baru-baru ini.
BPS Wonogiri mencatat sektor transportasi darat sepanjang 2025 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat. Jumlah keberangkatan penumpang bus mencapai 1.253.469 orang, lebih tinggi dibandingkan kedatangan sebanyak 1.057.880 orang.
Sementara itu, moda kereta api melayani 77.845 keberangkatan dan 85.048 kedatangan penumpang.
Menurut BPS Wonogiri, tingginya mobilitas tersebut menegaskan pentingnya kondisi infrastruktur jalan yang layak. Dengan 82,3% jalan kabupaten dalam kondisi baik, distribusi logistik dan pergerakan penumpang antarwilayah relatif terjaga.
Meski demikian, keberadaan 121 kilometer jalan rusak berat menjadi catatan penting bagi Pemkab Wonogiri. Percepatan penanganan diperlukan agar tidak menghambat konektivitas wilayah serta aktivitas ekonomi masyarakat ke depan.
Tahun ini, Pemkab Wonogiri merencanakan pembangunan dan perbaikan 12 ruas jalan di sejumlah kecamatan dengan total anggaran Rp38,2 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengatakan anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kabupaten Wonogiri. Dana dialokasikan untuk pembangunan enam ruas jalan dan perbaikan berkala enam ruas lainnya.
Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai setelah Lebaran 2026 guna menghindari gangguan arus mudik dan arus balik yang biasanya meningkat signifikan.
“Pelaksanaan dimulai setelah Lebaran supaya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat saat momen Lebaran,” kata Prihadi.
Ia menambahkan, penentuan ruas prioritas didasarkan pada tingkat kerusakan serta tingkat kestrategisan akses bagi masyarakat. Jalur distribusi ekonomi dan mobilitas utama warga menjadi fokus utama penanganan.
Leave a Reply