Iran Tutup Selat Hormuz, Prabowo Panggil Zulhas dan Bahlil ke Istana

Iran Tutup Selat Hormuz, Prabowo Panggil Zulhas dan Bahlil ke Istana
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (2/3/2026), untuk mengikuti rapat terbatas terkait pangan dan energi. ANTARA/Cahya Sari

Andalasinfo.com, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, diapnggil Presiden Prabowo Subianto untuk rapat terbatas di Istana, Jakarta pada Senin (2/3/2026) sore. Rapat terbatas ini untuk membahas isu terkait pangan dan energi setelah adanya krisis di Timur Tengah.

Zulkifli dan Bahlil tiba sekitar pukul 15.30 WIB di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, beberapa jam setelah Presiden Prabowo memimpin upacara militer pemakaman Wakil Presiden (Wapres) Ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta pada Senin siang.

“[Agenda rapat saya] belum tahu. Kalau saya kan [bertanggung jawab bidang] pangan, Kopdes. [Rapat kemungkinan membahas] antisipasi pangan pascaperang Timur Tengah,” kata Zulkifli Hasan menjawab pertanyaan wartawan.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, pun berjanji akan menjelaskan lebih banyak detail yang dibicarakan selepas rapat.

“Entar habis rapat ya,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan dirinya akan melaporkan kondisi terkini bidang energi terutama setelah Angkatan Laut Iran menutup Selat Hormuz sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Selat Hormuz merupakan salah satu “choke point” yang vital di wilayah Asia Barat, terutama untuk negara-negara eksportir minyak ke negara-negara tujuan di Asia.

“[Laporan kepada Bapak Presiden] mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum lebaran,” ujar Bahlil menjawab pertanyaan wartawan yang dikutip dari Antara.

Serangan gabungan Zionis Israel dan Amerika Serikat ke beberapa wilayah di Iran pada akhir pekan lalu menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, termasuk anak-anak perempuan yang bersekolah di madrasah khusus perempuan, bangunan-bangunan rusak, dan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.

Militer Iran pun membalas serangan itu dengan menembakkan rudalnya ke pangkalan-pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di negara-negara tetangganya, antara lain di Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Leave a Reply